tips meningkatkan motivasi kerja

6 Strategi Psikologis untuk Motivasi Kerja Maksimal

Temukan rahasia psikologi di balik motivasi kerja: dari ‘Flow State’, kebebasan, hingga pentingnya hubungan sosial. Tingkatkan produktivasmu sekarang!
0 Shares
0
0
0

Tahukah kamu, ada psikologi di balik apapun yang kita lakukan, termasuk bekerja? Betul sekali! Memahami psikologi dapat membantu kamu mencapai potensi maksimal dalam pekerjaan.

Siap-siap nih! Kita akan beranjak ke beberapa rahasia psikologi yang bisa digunakan untuk mendongkrak performa kerja kita menjadi yang paling optimal. 

Kunci utama dalam meningkatkan performa kerja bukanlah semata tentang meningkatkan produktivitas, tetapi juga tentang memahami bagaimana psikologi kita bekerja dan memanfaatkannya untuk keuntungan kita, khususnya untuk menungkatkan motivasi kerja.

Penasaran bagaimana caranya? Berikut enam poin yang akan kita bahas: 

  1. Flow State: Tahap ketika kita benar-benar tenggelam dalam pekerjaan dengan energi dan fokus penuh.
  2. Self-Determination Theory: Teori yang mencakup tiga kebutuhan dasar untuk motivasi intrinsik: kompetensi, otonomi, dan relasi sosial.
  3. Efek Zeigarnik: Fenomena psikologis menarik yang mengungkap, kita cenderung lebih mengingat tugas yang belum selesai.
  4. Penguatan Positif: Teknik menghadiahi diri sendiri setelah berhasil menyelesaikan tugas-tugas penting.
  5. Visualisasi Sukses: Sejenak membayangkan hasil terbaik yang bisa kamu peroleh dari pekerjaan dapat meningkatkan motivasi kerjamu.
  6. Pentingnya Ikatan Sosial: Hubungan sosial yang kuat di tempat kerja bisa berdampak positif pada keterlibatan dan kepuasan kerja.

So, mari kita mulai petualangan kita untuk mencapai puncak motivasi kerja dengan mengeksplorasi teknik-teknik psikologi ini, yuk!


Menemukan Keadaan Flow: Meningkatkan Keterlibatan dalam Pekerjaanmu

Tahukah kamu bahwa ada yang namanya “flow state” dalam psikologi? Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh seorang psikolog bernama Mihaly Csikszentmihalyi.

Jadi, flow state itu adalah keadaan ketika kita sepenuhnya terlibat dalam suatu aktivitas dengan fokus dan energi yang tinggi.

Lebih kerennya lagi, kita bisa mencapai keadaan ini tidak hanya saat pekerjaan, tapi juga saat melakukan hal-hal yang kita sukai. 

Flow state itu ketika kamu merasa sedang melawan waktu. Kamu sedang fokus total sampai-sampai lupa kalau kamu sedang bekerja.

Tapi, gimana caranya mencapai keadaan flow ini? Sederhananya, untuk memulai, kamu hanya perlu mencari tugas yang sifatnya menantang, tapi masih bisa kamu selesaikan dengan keahlian yang kamu punya.

Memang sih, awalnya bisa jadi terasa berat. Tapi percayalah, setelah kamu menemukan ritmenya, kamu akan merasakan bagaimana produktifnya berada dalam keadaan flow ini. 

Konten lain:  Work-Life Balance 101 untuk Milenial

Cobalah untuk mencoba tugas-tugas baru atau melibatkan diri dalam proyek yang belum pernah kamu coba sebelumnya. Siapa tahu, proyek tersebutlah yang bisa membawa kamu mencapai keadaan flow. Dan ingat, tetap beri ruang untuk dirimu untuk beristirahat dan meregenerasi energi. 

Satu hal yang perlu kamu ingat, flow state bukan berarti kamu harus bekerja tanpa henti. Justru, berada dalam keadaan flow bisa membantu kamu bekerja dengan lebih efisien. Jadi, kamu tetap punya cukup waktu untuk istirahat dan melakukan hal-hal lain yang kamu sukai.


Teori Penentuan Diri: Kunci Motivasi Kerja Intrinsik

Membicarakan teori penentuan diri dalam konteks kerja, ada tiga elemen yang harus kamu perhatikan: kompetensi, otonomi, dan relasi sosial. Mari kita uraikan satu per satu:

Kompetensi: Jangan pandang sebelah mata mengenai keahlian atau skill kamu. Percaya bahwa kamu memiliki kompetensi yang dibutuhkan dalam pekerjaanmu, akan meningkatkan rasa percaya diri dan berdampak positif pada motivasi kamu. 

Otonomi: Mau lebih termotivasi lagi? Kamu perlu merasa bahwa kamu memiliki kendali dan kebebasan dalam pekerjaanmu. Bukan berarti kamu bebas melakukan apa saja, tetapi dalam setiap tugas dan tanggung jawab, kamu memiliki ruang untuk merancang strategi sendiri dan membuat keputusan penting. 

Relasi sosial: Tidak ada manusia yang bisa hidup sendiri, begitu pula dalam lingkungan kerja. Hubungan yang baik dengan rekan kerja biasanya bisa menjadi motivasi tambahan dalam bekerja. Jadi, luangkan waktu untuk membangun dan mempererat hubungan dengan rekan kerja kamu ya! 

Secara keseluruhan, teori penentuan diri memberikan kita cara pandang baru dalam melihat pekerjaan. Jangan hanya terpaku pada gaji atau benefit lainnya, tapi perhatikan juga hal-hal ini untuk memaksimalkan motivasi kerjamu. Coba deh, dan rasakan bedanya.


Memanfaatkan Efek Zeigarnik: Mengatasi Tugas yang Belum Selesai

Pernahkah kamu merasa begitu terikat pada tugas yang belum selesai dan merasakan urgensi untung menyelesaikannya? Ada ilmu psikologi di balik hal ini, yaitu Efek Zeigarnik.

Menurut Bluma Zeigarnik, psikolog dari Rusia, kita cenderung lebih mengingat tugas-tugas atau proyek yang belum selesai dibandingkan dengan yang sudah kita selesaikan.

Jadi, kalau kamu merasa terus menerus memikirkan tugas yang belum kamu selesaikan, itu adalah hal yang alami. 

Tapi, bagaimana kita bisa memanfaatkan Efek Zeigarnik ini untuk memaksimalkan motivasi kerja? Nah, jawabannya cukup sederhana. Kamu hanya perlu memulai.

Yup, begitu kamu memulai tugas atau proyek tersebut, kamu akan merasa “terikat” dan sangat ingin menyelesaikannya. Ini bisa jadi cara yang bagus untuk menjaga agar motivasi kamu tetap tinggi, karena kamu akan merasa ada “tuntutan” dari diri kamu sendiri untuk menyelesaikan segala sesuatu yang sudah kamu mulai. 

Konten lain:  Supercharge Hari Kerjamu: Tips Praktis Memprioritaskan Tugas

Hal yang perlu kamu ingat, tentu saja, adalah bahwa Efek Zeigarnik ini bekerja paling baik ketika kamu menikmati apa yang kamu kerjakan.

Jadi, cobalah untuk mencari tugas atau proyek yang menurut kamu menarik dan menantang. Dengan begitu, mudah-mudahan, kamu akan merasa lebih termotivasi dan produktif dalam menyelesaikan pekerjaanmu.


Penguatan Positif: Hadiah untuk Meningkatkan Motivasi Kerja

Hadiah tidak harus berarti liburan mewah atau mobil sport. Bisa sederhana saja, seperti camilan favoritmu atau waktu istirahat beberapa menit dari pekerjaan. 

Atau mungkin, waktu luang untuk hobi? Yang penting, hadiah tersebut membuatmu merasa senang dan tentu saja, semakin bersemangat untuk menyelesaikan tugas berikutnya. 

Intinya, berikan penghargaan untuk dirimu sendiri. Kamu telah bekerja keras dan setiap usaha pantas mendapatkan penghargaan.

Dengan memberikan hadiah kepada diri sendiri setelah menyelesaikan tugas kerja, kamu tidak hanya memicu kemauan untuk bekerja lebih keras tapi juga meningkatkan rasa kepuasan pribadi. 

Coba dulu deh, kamu mungkin akan terkejut dengan seberapa banyak pekerjaan yang bisa diselesaikan dengan adanya motivasi hadiah ini. Kamu tidak perlu menunggu penghargaan dari orang lain, berikan penghargaan untuk dirimu sendiri dan lihat betapa produktifnya kamu!


Visualisasi Sukses: Membayangkan Kesuksesan untuk Meningkatkan Motivasimu

Pernah membayangkan keberhasilan yang dapat kamu raih dalam pekerjaanmu saat ini? Kalau belum, coba deh mulai sekarang.

Bayangkan bagaimana serunya saat kamu berhasil menuntaskan proyek yang tengah kamu garap. Atau bayangkan momen saat wajah bos atau kolega di kantor bersinar ceria karena kinerjamu yang luar biasa. 

Dengan membayangkan kesuksesan, kita bisa mendorong motivasi kerja kita menjadi lebih kuat. Siapa coba, yang tidak terpacu semangat kerjanya setelah melihat perjuangannya berakhir bahagia? 

Visualisasi kesuksesan, atau biasa kita sebut dengan membayangkan kemenangan, merupakan salah satu teknik motivasi yang bukan cuma dibicarakan saja, tapi juga sudah dibuktikan oleh riset psikologi.

Daya pikir itu seperti magnet, cuaca hati kita bisa berubah sesuai dengan pikiran kita. Jadi, saat kita membayangkan kesuksesan, otak kita akan mendorong kita untuk mencapai kesuksesan tersebut. 

Caranya gimana? Ya, prinsipnya sederhana. Cukup luangkan sebentar waktu kamu, tutup mata, dan bayangkan kesuksesan yang ingin kamu capai.

Bayangkan detailnya. Semakin detail kamu membayangkan, semakin besar dorongan untuk mencapai itu.

Misalnya, kamu ingin sukses menyelesaikan laporan bulanan tepat waktu dengan hasil yang maksimal. Bayangkan akan ada pujian yang mengalir, atau bahkan bonus cash di akhir bulan! 

Konten lain:  Karir yang Cocok Berdasarkan Tipe Kepribadianmu: Temukan dengan Tes MBTI

Lakukan teknik ini secara konsisten ya, semakin sering kamu melakukannya, semakin kuat dorongan untuk mencapai kesuksesan tersebut.

Tapi jangan lupa untuk kerjakan tugas dengan usaha maksimal. Sukses itu bukan hanya tentang membayangkan, tapi juga melibatkan kerja keras kamu. 


Membangun Ikatan Sosial yang Kuat: Kunci Keterlibatan dan Kepuasan Kerja

Salah satu sumber motivasi yang bisa membuat kamu merasa lebih termotivasi dan bersemangat dalam bekerja adalah adanya ikatan sosial yang kuat di tempat kerja.

Mungki ini terdengar sedikit aneh, karena kita sering kali diajarkan untuk memisahkan kehidupan profesional dan pribadi.

Tapi, ada penelitian yang membuktikan bahwa hubungan sosial yang sehat dan positif di tempat kerja ternyata bisa memberikan dampak positif terhadap kinerja dan kepuasan kerjamu. 

Ini bukan berarti kamu harus menjadikan semua rekan kerja menjadi teman dekatmu. Tapi, lebih kepada berusaha menghasilkan hubungan yang saling mendukung dan membantu satu sama lainnya.

Kenapa? Karena dengan adanya hubungan sosial yang positif di tempat kerja, akan membangun rasa percaya dan kenyamanan antara satu dan lainnya. Kamu pun jadi merasa lebih termotivasi untuk memberikan yang terbaik dalam pekerjaanmu.

Lalu, bagaimana caranya untuk membangun ikatan sosial yang kuat di tempat kerja? 

  1. Jadilah pendengar yang baik. Kamu bisa mulai dengan menjadi pendengar yang baik untuk rekan kerjamu. Dengan begini, kamu tidak hanya mendapatkan informasi atau ide baru, tapi juga membangun rasa empati dan saling menghargai.
  2. Saling membantu. Saling membantu dalam menyelesaikan tugas bukan hanya membuat pekerjaan menjadi lebih mudah, tapi juga membangun rasa percaya dan kenyamanan antara satu sama lainnya.
  3. Berkomunikasi dengan baik. Komunikasi yang baik adalah kunci pembentuk ikatan sosial yang kuat. Jadi, usahakan untuk selalu berkomunikasi dengan jelas dan sopan, baik secara langsung maupun melalui media digital.

Ingat, ikatan sosial yang kuat di tempat kerja bukan hanya membuatmu merasa lebih bahagia dan betah, tapi juga membantu dalam menaikkan kinerja dan kepuasan kerjamu. Jadi, yuk coba terapkan dan rasakan manfaatnya!


Dengan menerapkan strategi-strategi ini di tempat kerjamu, dijamin deh, motivasi kerja bakal maksimal. Tak ada lagi alasan untuk merasa bosan atau jenuh dengan pekerjaan.

Dari mencari keadaan flow, memanfaatkan teori penentuan diri, hingga membangun ikatan sosial yang kuat, semua bisa jadi kuncimu untuk mencapai produktivitas dan kepuasan kerja yang luar biasa.

0 Shares
You May Also Like