Ekstrovert dalam pesta

Ekstrovert dalam MBTI: Lebih Dari Sekadar “Pusat Perhatian”

Ekstrovert dijelaskan: Dapatkan wawasan tentang karakteristik, pandangan sains, mitos, dan bagaimana mereka berfungsi dalam kerja tim.
0 Shares
0
0
0

Dalam dunia MBTI, “Ekstrovert” (disingkat “E”) menggambarkan seseorang yang cenderung lebih bersemangat dan merasa berenergi saat berada dalam situasi sosial dan interaktif. 

Ekstrovert mendapatkan energi mereka dari interaksi dengan orang lain, dan mereka umumnya merasa lelah dan terkuras saat sendirian. Mereka cenderung suka berada di luar rumah, mencari pengalaman baru, dan menikmati perhatian dari orang lain.

Tapi, jangan salah sangka! Bukan berarti mereka tidak bisa menikmati kesendirian atau selalu ingin menjadi pusat perhatian. Kecendrungan ini lebih ke arah di mana mereka mendapatkan energi dan bagaimana mereka berinteraksi dengan dunia. 


Ciri-Ciri Ekstrovert (in a Nutshell):

  • Berinteraksi dengan Lingkungan: Mereka suka berkomunikasi, berdiskusi, dan berinteraksi dengan banyak orang.
  • Energi dari Orang Lain: Merasa berenergi dan semangat saat berada di tengah keramaian.
  • Ekspresif: Cenderung lebih terbuka dalam menyampaikan pendapat dan perasaan.
  • Adaptif dengan Perubahan: Dapat dengan cepat menyesuaikan diri dengan situasi atau lingkungan baru.
  • Jaringan Luas: Dalam pertemanan, mereka mungkin memiliki banyak kenalan dan teman dari berbagai lingkungan.

Di psikometrik MBTI, ekstrovert adalah salah satu dari dua kemungkinan orientasi energi. Lawan spektrum ekstrovert adalah introvert, yang cenderung mendapatkan energi dari situasi yang lebih tenang dan reflektif. 


Ekstrovert dari Lensa Ilmiah 🧬

Ketika kita bicara soal “Ekstrovert” dari sisi sains, kita tidak hanya bicara soal sifat atau kepribadian. Ada sejumlah penelitian yang mencoba mengungkap apa yang terjadi di dalam otak para ekstrovert:

  • Respon Neurotransmitter: Ekstrovert cenderung merespons lebih kuat terhadap neurotransmitter yang terkait dengan penghargaan dan motivasi, membuat mereka lebih bersemangat dalam situasi sosial.
  • Aktivitas Otak: Bagian otak seperti amigdala dan area prefrontal ventromedial, berperan penting dalam menginterpretasi dan merespons emosi serta memahami nuansa sosial. Karenanya, ekstrovert seringkali lebih responsif dan terlibat dalam situasi sosial, mencari interaksi dan merespons rangsangan eksternal dengan antusiasme.
  • Sistem Reticular Aktivasi (RAS): Pada ekstrovert, RAS cenderung mengatur respons mereka agar lebih terbuka terhadap stimulasi eksternal, membuat mereka mencari dan menikmati situasi yang lebih aktif.
  • Genetika: Sama seperti introvert, ada bukti bahwa kecenderungan menjadi ekstrovert juga bisa diwariskan. Jadi, kalau orangtuamu ekstrovert, kemungkinan kamu juga punya kecenderungan yang sama
Konten lain:  10 Hal Kecil yang Dapat Membuat Hidup Lebih Bahagia

Mitos Tentang Ekstrovert 🙅‍♀️

Ketika orang mendengar kata “ekstrovert”, mungkin muncul sejumlah stereotip. Namun, ada beberapa mitos yang perlu kita luruskan:

  1. Selalu Ingin Jadi Pusat Perhatian: Meskipun ekstrovert mungkin tampak percaya diri dalam interaksi sosial, bukan berarti mereka selalu ingin menjadi pusat perhatian. Mereka hanya menikmati interaksi dan komunikasi.
  2. Selalu Ceria: Ekstrovert, seperti semua orang, memiliki berbagai macam emosi. Mereka bisa merasa sedih, frustrasi, atau cemas. Mereka mungkin lebih cenderung membagikan perasaan mereka, tetapi itu tidak berarti mereka selalu bahagia.
  3. Selalu Berbicara Tanpa Henti. Extrovert memang cenderung memiliki kemampuan untuk mengekspresikan pikiran dan perasaan mereka dengan mudah. Namun, ini tidak berarti bahwa mereka selalu berbicara tanpa henti. Mereka memahami pentingnya mendengarkan orang lain dan memberikan ruang untuk mereka berbicara. 

Bagaimana Ekstrovert Berfungsi dalam Tim?

Dalam kerja tim, ekstrovert seringkali menjadi motor penggerak. Mereka bisa menjadi fasilitator diskusi, membantu membangun koneksi, dan memotivasi anggota tim lainnya.

Namun, penting juga bagi mereka untuk mendengarkan dan memberi ruang bagi pendapat introvert dalam tim, agar setiap suara didengar.


Ekstrovert memiliki kekuatan dan kelemahan mereka sendiri, sama seperti introvert. Yang paling penting adalah mengenali dan memahami diri sendiri, serta menghargai keunikan orang lain.

Dalam dunia yang beragam, setiap tipe kepribadian memiliki tempatnya sendiri dan dapat saling melengkapi.

0 Shares
You May Also Like